Kelompok ARSA Lakukan Gencatan Senjata Dengan Militan Myanmar

0
23

LokasiBerita, Yangon – Kelompok Pemberontak Arakan Rohinganya Salvation Army ( ARSA ) mengumumkan gencatan senajata unilateral selama sebulan dalam perang melawan dengan militan Myanmar. Tujuannya agar bisa memberikan kesempatan kelompok bantuan kemanusian untuk menolong warga Rohongnya di Rakhine.

Gencatan senjata yang diumumkan oleh ARSA pada hari Sabtu dalam sebuah pernyataan. Gencatan senjata yang berlaku dimulai hari Minggu (10/9).

Pemerintah dan militar Myanmar selama ini menyalahkan kelompok ARSA atas kekerasan yang terjadi di negara Rakhine atau Arakan.

“ARSA yang sangat menganjurkan semua aktor kemanusiaan yang peduli utnuk melanjutkan bantuan kemanusiaan mereka kepada semua korban krisis kemanusian, terlepas dari latar belakang etnis ataupun agama selama periode Gencatan Senjata.” Ujar Kelompok Gerilyawan tersebut, yang di lansir dari Al Jazeera. 

Dalam sebuah pernyataan, ARSA juga meminta militer Myanmar untuk sementara meletakan senjata.

Sektiar 300.000 orang Rohingnya yang sudah melarikan diri dari Rakhine menuju Bangladesh. sedangkan sekitar 30.000 warga sipil non-muslim di Rakhine yang sudah di pindahkan ke  wilayah Myanmar yang lebih aman setelah militer melancarkan serangan balik dengan menyusul serangan ARSA terhadap 30 pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada 25 Agustus lalu yang sudah menewaskan sekitar 12 petugas.

Para saksi mata mengatakan beberapa desa Rohingnya telah terbakar habis sejak melakukan operasi pasukan keamananan Myanmar di luncurkan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang sudah memperingati risiko yang terjadi pembersihan etnis jika kekerasan berlanjut di Rakhine. Gutters meminta otoritas negara tersebut unutk mengakhiri kekerasan terhadap Muslim Rohingnya di negara bagian Rakhine.