Pemerintah Mulai Menerapkan HET di Jawa Hingga Papua

0
19

LokasiBerita, Jakarta – Pemerintah menerapkan harga eceran tertinggi (HET) beras di Jawa hingga Papua. Kebijakan ini sebenarnya berlaku sejak Jumat (1/9), namun pemerintah memberikan toleransi waktu bagi pedagang beradaptasi dengan HET.

Selanjutnya, HET beras berlaku efektif mulai Senin (18/9). Sesuai HET, harga beras di Jakarta masuk dalam zona Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, yaitu jenis medium Rp 9.450/kg, dan premium Rp 12.800/kg.

Di Pasar Induk Beras Cipinang, harga beras medium dijual antara Rp 9.000-Rp 9.400/kg dan premium Rp 10.000-Rp 11.000/kg.

“Minggu ini stabil, minggu lalu juga stabil. Medium itu saya jual Rp 9.000-9.400/kg, standar harganya. Saya belanja masih sama saja harganya,” kata pedagang beras Cipinang bernama Uwi ditemui di kiosnya, Jumat (22/9).

Pasokan beras dari daerah sentra produksi di Jawa Tengah dan Jawa Barat lancar. Menurut Uwi, ini karena stok beras di daerah sedang melimpah.

“Dari daerah juga lancar. Saya belinya juga segitu-segitu saja. Pasokan lancar, ada enggak ada HET (harga eceran tertinggi) sama saja. Karena memang lagi banyak beras,” ujar Uwi.

Pedagang beras lainnya di PIBC, Haji Enan juga mengungkapkan hal yang sama. Harga beras tak banyak berubah sejak beberapa minggu ke belakang. Kalaupun ada kenaikan, hanya sekitar Rp 200/kg pada beberapa jenis beras tertentu.

“Ada sih naik misalnya beras dari Bandung itu biasanya Rp 10.500/kg naik jadi Rp 10.700/kg atau yang biasanya Rp 11.000 jadi Rp 11.200/kg. Kalau stok dari Bandung lancar. Namanya pedagang harganya ikut mekanisme pasar saja,” ucap Enan