LokasiBerita, Jakarta –  Petugas Gabungan dari Bea Cukai, TNI dan Polri sudah memeriksa paket senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang di pesan korps Brimob. Proses impor dan distribusi senjata tersebut tidak memiliki masalah.

yang di lansir dari Akun Instagram Resmi Divisi Humas Polri @divisihumaspolri, pengecekan yang di lakukan di area kargo UNEX, Bandara Soekarno Hatta, Kemarin (3/10). Pemeriksaan itu yang di pimpin langsung oleh Kabid P2 Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Hengki Aritonang.

“Tujuan Pengecekan gabungan tersebut utnuk menuntaskan dan menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi simpang siur terkait kedatangan senjata pengadaan Polri di Bandara Soetta.” Tulis Akun @divisihumaspolri yang di kutip, Selasa (3/10).

Pemeriksaan senjata ini juga di saksikan para perwira menengah Mabes Polri,  Kombes Dwi Suryo cahyono, Dan Satlat Korps Brimob Kombes Wahyu, Kabag Logistik Korps Brimob Kombes Wahyu Widodo, Kabid Propam Korps Brimob AKBP Asep Syaifuddin dan Sesro Paminal polri Kombes Agung Wicaksono.

Sementara yang ikut menyaksikan pemeriksaan dari TNI disebutkan ada Dandenpom Tangerang Letkol Tri Cahyo dan personel BAIS TNI Mayor Armada.

“Dilakukan pemeriksaan secara fisik yang melibatkan sekitar 20 orang personel dari Unsur BAIS, BIK , Korps Brimob dan Unsur Bea dan Cukai untuk memastikan kebenaran antar dokumen dan kondisi fisik barang,”. 

Pemeriksaan di awali dengan membuka sekitar 28 Kotak Kayu berisi 10 pucuk senjata SAGL dan aksesoris senjata berupa tali sandang, tas magazen buku manual penggunaan senjata. Setelah itu kotak berisi amunisi senjata SAGL di periksa.

“Semuanya telah sesuai dengan dokumen importasi barang.” Lanjut @divisihumaspolri.

Setelah selesai pemeriksaan. rencananya senjata tersebut akan di serahkan ke pihak importir.