LokasiBerita, Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya sudah membuat rincian anggaran kebutuhan bagi sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas). Rencananya ratusan ‘Pak Ogah’ yang akan membantu polisi mengurai kemacetan ini diberikan gaji sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, anggaran untuk ‘Pak Ogah’ pengatur kemacetan di Jakarta itu disusun berdasarkan UMP DKI. Menurutnya, berdasarkan UMP DKI 2017 saat ini, Pemprov menentukan sebesar Rp3.355.750, maka per tahun anggaran untuk supeltas mencapai Rp20.134.500.000. 

Anggaran itu rencananya disodorkan ke Pemprov DKI Jakarta.”Kami berharap, Pemprov DKI Jakarta bisa menerima anggaran tersebut. Apalagi, kebutuhan akan anggaran itu sudah dirinci dengan tepat,” ujar Halim saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/11/2017).

Dia menerangkan, selain membahas soal supeltas, pihaknya juga berencana membahas soal tilang dengan Closed Circuit Television (CCTV). Seperti diketahui, tilang dengan CCTV belum bisa diterapkan di Jakarta Hingga kini karena beberapa hal seperti CCTV yang belum mendukung.