LokasiBerita , Moskow – Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah menuturkan, mereka melihat adanya operasi yang dilakukan oleh Jabhat Fatah al-Sham atau al-Nusra di zona de-eskalasi di selatan Suriah. Moskow menyebut sejauh ini pihaknya tidak melihat adanya tindakan serius yang diambil oposisi Suriah untuk menghalau al-Nusra.

“Sebagai hasil pemantauan zona de-eskalasi selatan, petugas menemukan bahwa teroris Jabhat al-Nusra beroperasi di dekat wilayah Beyjin. Teroris melakukan serangan terhadap tentara Suriah secara berkala,” kata kepala Pusat Rusia untuk Rekonsiliasi Suriah Letnan Jenderal Sergei Kuralenko.

“Sejauh ini, tidak ada tindakan yang dilakukan, telah diambil oleh oposisi di wilayah tersebut untuk memerangi para teroris di zona de-eskalasi selatan,” sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (26/11).

Kuralenko kemudian mengatakan bahwa situasi di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan karena adanya kelompok bersenjata, yang ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh masyarakat internasional.

Suriah telah terperosok dalam perang sipil sejak tahun 2011, dengan pasukan pemerintah yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Assad memerangi banyak faksi oposisi dan kelompok ekstremis yang beroperasi di negara tersebut, termasuk kelompok ISIS.

Selama beberapa bulan terakhir, sebagai akibat dari serangan pasukan pemerintah Suriah, para teroris telah kehilangan sebagian besar wilayah yang mereka tempati sejak ISIS muncul tahun 2014. Menurut data Kementerian Pertahanan Rusia, lebih dari 90 persen wilayah Suriah telah dibebaskan dari jeratan ISIS.