Lokasiberita.com Victoria – Pengacara Kardinal George Pell menuduh Kepolisian Victoria tidak mengikuti prosedur dalam menyelidiki tokoh Katolik paling senior di Australia dan mereka bekerja dengan asumsi tersangka sudah bersalah.

Kardinal Pell (76) menghadapi pemeriksaan sidang administratif selama 25 menit di Pengadilan Magistrat Melbourne. Pemeriksaan pada tahap ini diperkirakan bisa berlangsung sebulan penuh.

Dia menghadapi tuduhan pelanggaran seksual historis yang melibatkan beberapa pengadu. Kardinal Pell membantah seluruh tuduhan tersebut.

Pemeriksaan sidang yang disebut committal hearing ini akan menentukan apakah terdapat cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini ke persidangan di pengadilan negeri atau mahkamah agung negara bagian. Dalam committal hearing pihak penuntut mengajukan seluruh bukti-bukti yang relevan dalam kasus ini.

Pengacara Kardinal Pell, Robert Richter QC, berpendapat agar beberapa pernyataan tetap jadi bagian dari bukti tuduhan polisi terhadap kliennya, bertentangan dengan permohonan pihak penuntut agar pernyataan tersebut dihilangkan.

Richter dalam persidangan mengatakan mereka memasok sekitar 21 pernyataan saksi yang kemungkinan bisa membebaskan Kardinal Pell, namun pernyataan-pernyataan tersebut tidak diselidiki secara benar.

“Dokumen-dokumen ini tentu saja relevan dengan dugaan pelanggaran. Saya tahu itu semua tak sesuai dengan tuntutan karena mereka menguntungkan terdakwa, namun semuanya masih di sana di tangan pihak kepolisian,” katanya.

Richter juga meminta laporan mengenai cara polisi menangani orang-orang terkenal agar tetap jadi bagian dari bukti-bukti.

“Kami katakan ini tidak ditindaklanjuti karena adanya anggapan bersalah (terhadap tersangka),” katanya.

Richter menyatakan pihaknya menghendaki masalah tersebut diperiksa bersama-sama.

Jaksa Mark Gibson SC mengatakan sejumlah tuduhan pelanggaran seksual historis juga perlu diubah untuk menyesuaikan tanggal dan bahasa yang dipakai.

Keluarga korban

Hakim persidangan committal hearing Belinda Wallington mengizinkan pendukung dari program bantuan saksi untuk menemani pengadu untuk memberikan bukti melalui video jarak jauh.

Mereka mulai memberikan bukti siang ini sampai dua minggu mendatang. Selama kesaksian itu persidangan akan tertutup untuk umum – yang menjadi standar di Victoria untuk kasus tuduhan pelanggaran seksual.

Hakim Wallington mengatakan dia juga akan mengizinkan seekor anjing bernama Cooper untuk menemani pengadu yang akan memberikan bukti.

Begitu pula Kardinal Pell diizinkan mendapatkan pendampingan di pengadilan ketika pengadu menyampaikan bukti-bukti, karena faktor “usia dan kondisi medisnya”.

Pengadilan juga akan mendengar bukti-bukti dari sejumlah orang tua dan saudara para pengadu.

Sidang ditunda pukul 2 siang dan akan dibuka kembali untuk mendengarkan bukti dari pengadu pertama.

Petugas polisi melakukan penjaga ketat di sekitar Kardinal Pell saat dia memasuki pengadilan, yang dipenuhi awak media.

Kardinal Pell ditersangkakan oleh satuan Sano dari Kepolisian Victoria pada Juni 2017 dan telah mendapatkan izin dari Paus di Vatikan untuk kembali ke Australia menghadapi tuntutan tersebut.

Salah satu tuntutan telah dibatalkan oleh jaksa dalam sidang di Pengadilan Magistrat Melbourne Jumat pekan lalu.

Tidak ada rincian lain yang dapat diberitakan karena pertimbangan hukum.

Pengacara Richter sebelumnya mengatakan Kardinal Pell tidak akan mengaku bersalah.

“Demi menghindari keraguan dan karena kepentingan, maka saya tegaskan bahwa Kardinal Pell mengaku tidak bersalah atas segala tuduhan dan mempertahankan azas praduga tidak bersalahnya,” katanya.

Bisa sampai Paskah

Sekitar 50 saksi diperkirakan akan memberikan bukti selama persidangan ini, yang dijadwalkan akan berakhir pada hari Jumat Agung.

Di akhir persidangan committal hearing ini, Kardinal Pell akan diminta untuk menyampaikan pernyataan, apakah mengaku bersalah atau tidak.

Kardinal Pell ditahbiskan sebagai Pastor Katolik pada tahun 1966 dan bertugas dalam berbagai posisi di Victoria, kemudian naik menjadi Uskup Agung Melbourne pada tahun 1996.

Dia membuat program Melbourne Response bagi korban pelecehan seksual oleh para Pastor Katolik di Keuskupan Melbourne, dan menjadi Uskup Agung Sydney pada tahun 2001.

Kesehatannya yang buruk menghalangi Kardinal Pell meninggalkan Roma menuju ke Australia pada tahun 2016. Saat itu dia diminta memberikan bukti di komisi khusus tentang penanganan pihak gereja mengenai pengaduan terhadap dugaan pelecehan seksual oleh pemuka gereja.

Saat itu dia menyampaikan keterangan bukti link video dari sebuah hotel di Kota Roma.

Bola | Hasil Skor | Bursa Taruhan | Prediksi Togel Online | Agen Togel Online | Judi Online | Poker Online | Tangkas | Sabung Ayam | CERITA SEX  | CERITA18+ | video18+ | Dokter18+ | GAYA SEX18+ | MAJALAH 18+ | MODEL18+ | FILM18+ | BERITA18+ | FILM SEMI | VIDIO BOKEP |
VIDIO SEX | CERITA DEWASA 18+ | VIDEO HOT 18