Lokasiberita.com Bandung – Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil memiliki jurus untuk permasalahan ekonomi dalam hal banjir barang impor dan komoditas pertanian yang lebih murah. Hal itu dikemukakan Emil, sapaan Ridwan, saat mendapat amplop pertanyaan bertemakan perdagangan.

Menurut Emil di Indramayu para petani menjual beras dengan harga Rp 4.500 sementara itu dibeli oleh masyarakay seharga Rp 11.000. Emil menyebut ada sejumlah uang yang bergulir tanpa menguntungkan petani Indramayu.

Untuk itu Emil berjanji akan menjadi Jawa Barat sebagai provinsi digital yang salah satunya membawahi bidang perdagangan. Sehingga harga beras dari petani bisa didapat sesuai harga pasaran yang menguntungkan.

“Satu hari warga bisa beli beras langsung dari Indramayu. Nanti Bupati Indramayu tugasnya melatih petani. Sehingga beras bisa murah dari impor termasuk industri,” katanya.

Selain itu masalah regulasi juga masih menjadi kendala investasi skala besar. Padahal, kata Emil, pertumbuhan ekonomi tidak bisa hadir tanpa adanya investasi.

“Kombinasi itu jadi jawaban RINDU (Ridwan-Uu) terhadap masa depan perdagangan di Jabar,” tutup Emil dalam menjawab pertanyaan dengan durasi satu menit.

Debat perdana ini meliputi sejumla tema. Yakni soal hukum, ekonomi, politik dan pemerintahan daerah.