Lokasiberita.com Sydney – Pertemuan KTT Istimewa ASEAN Australia menghasilkan sejumlah kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Sydney. Dalam deklarasi tersebut ASEAN dan Australia sepakat untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, menciptakan stabilitas keamanan, menjaga perdamaian, hingga penanggulangan terorisme.

“Kami menyadari bahwa KTT Istimewa ASEAN Australia merupakan era baru untuk mempererat hubungan dekat ASEAN-Australia, yang meningkat menjadi kerja sama stategis pada 2014. KTT ini menegaskan bahwa kami adalah mitra dengan sebuah rancangan penting dalam sebuah wilayah yang dinamis dan terus berkembang. Kami berkomitmen secara intensif untuk saling berbagi pekerjaan untuk membangun wilayah yang aman, makmur bagi masyarakat kami,” ucap para pemimpin ASEAN dan Australia saat KTT Istimewa ASEAN Australia di International Convention Centre Sydney, Australia, Minggu (18/3/2018).

Dalam deklarasi tersebut ASEAN dan Australia juga sepakat saling menghormati prinsip-prinsip kedaulatan, integritas teritorial, kesetaraan, tidak mengintervensi dan independensi politik semua negara seperti yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Piagam ASEAN, dan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara.

“Prinsip kerja sama saling menguntungkan, berbagi tanggung jawab untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan, kemakmuran dan pengembangan berkelanjutan merupakan poin sentral dalam memperkuat kerja sama strategis kami,” imbuhnya.

Melalui Memorandum of Understanding (MoU) ASEAN dan Australia terkait penanganan terorisme, mereka sepakat untuk saling bekerja sama untuk menekan jumlah kombatan teroris di wilayah mereka dan meningkatkan program-program pencegahan. Mereka juga mendesak agar Korea Utara segera menghentikan program uji coba nuklirnya. ASEAN dan Australia mengatakan uji coba nuklir tersebut mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan mereka.

“Kami menekankan kembali dukungan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea yang utuh, terverifikasi dan tidak bisa diganggu gugat dalam inisiatif-inisiatif juga cara damai untuk mewujudkan perdamaian,” tegasnya.

Pengamanan laut dan samudera juga menjadi perhatian bersama para pemimpin ini. Mereka menegaskan komitmen untuk mengatasi masalah seperti bajak laut, penyelundupan manusia, narkoba, hingga narkoba.

Mereka juga berkomitmen untuk saling bekerja sama untuk melawan penyelundupan dan perdagangan manusia, dan mempromosikan migrasi yang aman dan tertib. Di bidang ekonomi, ASEAN dan Australia berkomitmen untuk membangun kawasan perdagangan bebas sesuai ketentuan multilateral yang berlaku.

Dalam deklarasi itu juga disebutkan bahwa ASEAN dan Australia sepakat unutk meningkatkan kerja sama pada keamanan siber dan isu perdagangan digital. “Kami telah berkomitmen untuk menggencarkan teknologi indormasi dan komunikasi yang terbuka, aman, stabil, aksesibel, dan tenang sesuai aturan hukum negara masing-masing dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

ASEAN dan Australia mendukung perdagangan digital, wirausaha, membantu pengembangan tenaga kerja yang melek teknologi dan mempromosikan ASEAN sebagai pasar perdagangan global. Di bidang sosial, ASEAN menyambut baik kontribusi Australia dengan program New Colombo Plan yang menjembatani para pemuda, memperdalam pendidikan tinggi yang sukses, dan program pertukaran olah raga tersmasuk Australia Awards, the Endeavour Scholarship and Fellowship dan program-progam di bawah dewan ASEAN-Australia.

“Kami berkomitmen untuk mempromosikan nilai-nilai bersama seperti perdamaian, harmonisasi, pemahaman interkultural, aturan hukum, pemerintahan yang baik, rasa hormat, percaya, toleransi, inklusifitas, moderasi, tanggung jawab sosial, dan keberagaman,” urainya.

Melalui deklarasi ini para pmeimpin ASEAN-Australia berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan demi ercipatanya perdamaian, kemakmuran, dan perkembangan ekonomi. Salah satunya dengan menghilangkan batasan-batasan wanita untuk bekerja.

Dalam deklarasi itu mereka juga sepakat untuk mengambil aksi terkait isu perubahan iklim dan pelanggaran HAM. Menindaklanjuti deklarasi ini, para pemimpin ASEAN dan Australia sepakat untuk menggelar pertemuan rutin baik di tingkat gubernur maupun presiden atau perdana menteri.

“Kami menantikan konsultasi lebih lanjut terkait implementasi inisiatif-inisiatif ini,” katanya.

KTT Istimewa ini digelar pada 16-18 Maret 2018. Presiden Joko Widodo juga hadir dan menjadi salah satu pembicara di CEO Forum yang merupakan bagian dari rangkaian KTT ASEAN Australia.

Dalam lawatan ini, Indonesia dan Australia juga mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas kerja sama di bidang maritim, dan penanggulangan terorisme.