Lokasiberita.com Jakarta – Pemerintah sedang memperluas Bandara Ngurah Rai untuk persiapan gelaran IMF-World Bank di Bali. PT Angkasa Pura (AP) I pun berencana mereklamasi laut Bali untuk penambahan tersebut.

Corporate Secretary AP I Israwadi mengatakan saat ini perluasan bandara Ngurah Rai dilakukan dengan menambah apron sebanyak delapan hektar. Dari perluasan tersebut dibutuhkan pula zona penyangga, yaitu buffer zone.

Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk melakukan reklamasi untuk pembangunan buffer zone tersebut.

“Iya itu kan yang delapan hektar untuk apron. Nanti sisanya sekitar dibangun untuk buffer. Nah itu dia bisa disebut reklamasi lah,” katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Lebih lanjut, Israwadi belum bisa memastikan berapa luas reklamasi yang akan dilaukan. Pasalnya pihaknya masih harus melakukan finalisasi dengan kementerian terkait.

“Itu mau dievaluasi lagi. Jadi itu mau difinalkan sama kementerian jadi mesti dilihat dampak lingkungan segala macam. Sesuai ketentuan kan gitu,” imbuhnya.

Ia juga memaparkan total penambahan apron yang dibangun seluas 83 hektar. Saat ini pembangunan masih berlangsung dan diharapkan selesai pada bulan September.

“Sudah mulai pembangunan, kalau apron timur sekitar 10% sudah ada, on track. Kita harapkan September selesai karena kita ada proses verifikasi. Kalau apron doang luasnya yang Barat itu 43.000 yang Timur 40.000 total 83.000,” tutupnya.