Lokasiberita.com Jakarta – KPK resmi menahan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Ia ditahan di rutan KPK selama 20 hari ke depan.

“DIM (Dirwan Mahmud) ditahan di rutan cabang KPK. Ditahan 20 hari ke depan,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (17/5/2018).

Dirwan keluar dari lobi gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekitar pukul 00.45 WIB. Ia mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Ia mengatakan kasusnya adalah sebuah tragedi. Dirwan pun membantah dirinya meminta commitment fee atas sejumlah proyek di Bengkulu Selatan.

“Ini sebuah tragedi buat saya. Saya tidak bisa katakan, karena saya tak menyangka kejadian begini. Tapi apa boleh buat, kita lihat bagaimana prosesnya nanti,” ucap Dirwan yang membawa map kuning.

“Nggak ada, saya nggak ngerti,” sambungnya Dirwan.

Soal bantuan hukum, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan partainya. “Iya. Nanti ada,” ujarnya.

Selain Dirwan, KPK akan menahan tiga tersangka lain yang Selasa (15/5) kemarin dicokok bersamanya. Menurut Febri, Juhari, sebagai tersangka penyuap, menghuni rutan yang sama dengan Dirwan, sementara Hendrati dan Nursilawati ditahan di rutan Polres Jaksel.

Sebelumnya, KPK menetapkan Dirwan bersama istrinya, Hendrati, serta keponakannya, Nursilawati, yang merupakan kepala seksi di Dinkes Bengkulu Selatan, sebagai tersangka suap. Dirwan diduga menerima suap dari kontraktor bernama Juhari lewat Hendrati dan Nursilawati.

Pemberian suap itu berkaitan dengan lima proyek infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari proyek dengan nilai total Rp 750 juta itu, Dirwan diduga mendapatkan commitment fee sebesar 15 persen atau Rp 112.500.000.