Lokasiberita.com Jakarta – Mobil keluarga atau berjenis MPV (Multiple Purpose Vehicle) dengan muatan 7-penumpang kian diburu di Indonesia. Bahkan, faktor tersebut dijadikan sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli mobil. Namun itu tidak berlaku untuk jajaran mobil Eropa yang dikenalkan di Tanah Air.

Meskipun beberapa waktu lalu BMW, Mercedes-Benz, Chevrolet, sampai Renault sempat memperkenalkan mobil berjenis MPV 7-seater, prestasinya tidak secemerlang mobil-mobil Jepang. Bahkan, Chevrolet Orlando yang sudah diperkenalkan sejak Maret 2012 mungkin sudah terlupakan padahal mobil itu disebut penantang paling pas untuk Kijang Innova atau Wuling Cortez (untuk saat ini).

Masih tentang mobil keluarga berjenis MPV dari Chevrolet, Orlando sepanjang tahun 2017 hanya tercatat (berdasarkan data wholesales Gaikindo) terjual sebanyak 179 unit saja. Sangat jauh bila dibandingkan dengan Captiva, mobil Chevrolet terlaris di Indonesia (berjenis SUV).

Bergeser ke mobil-mobil Jerman yang terkenal akan kemewahan, BMW Group Indonesia juga rupanya pernah mencoba menjual model MPV versi 5-penumpang dan 7-penumpang pada 2015 lalu yaitu Active Tourer (Rp 619 juta) dan Gran Tourer (Rp 769 juta).

Tapi, model yang berbentuk rada kotak itu hanya laku dua unit saja sepanjang 2017 kemarin. Sangat jauh dibanding mobil-mobil keluarga premium lainnya apalagi pasar MPV sangat besar di Tanah Air.

Kini, kedua mobil tersebut tidak masuk di daftar harga resmi BMW Indonesia. Namun bukan berarti penjualannya dihentikan, bagi Otolovers yang berminat bisa memesan langsung ke diler untuk diimpor secara utuh dari Jerman.

Mercy lewat PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) pada beberapa tahun belakangan meluncurkan dua mobil MPV premium yaitu Sprinter dan V-Class. Dibanderol sebesar Rp 771 jutaan, mobil tidak terlalu gemilang di pasar Indonesia. Dibandingkan dengan jajaran SUV-nya seperti varian GL 400 dan ML 400, penjualan mobil MPV Mercy sangat tertinggal jauh. Entah apa alasannya, mungkin saja karena banderol harga yang cukup tinggi.