LokasiBerita.com New York – Laporan terbaru penyidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Panglima Militer Myanmar harus di adili.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/8/2018), laporan penyidik PBB itu juga menyebut bahwa pemerintahan sipil Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi telah membiarkan pidato kebencian menyebar luas .

Pemerintahan Suu Kyi juga disebut gagal melindungi kelompok minoritas dari tindak kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang oleh tentara Myanmar di Rakhine, Kachin dan Shan.Sekitar 700 ribu warga Rohingya melarikan diri dari operasi brutal itu dan memilih mengungsi di Bangladesh.

Laporan penyidik PBB itu menyebut aksi militer Myanmar, yang termasuk membumihanguskan desa-desa Rohingya, ‘tidak sepadan dengan ancaman keamanan yang sebenarnya’.

PBB menjelaskan genosida sebagai tindakan yang dimaksudkan menghancurkan sebuah bangsa, etnis, ras, atau kelompok keagamaan baik secara keseluruhan maupun sebagian.

“Kejahatan di Rakhine State dan cara tindakan itu dilakukan, sama sifatnya, level kegawatan dan ruang lingkupnya .Ada cukup informasi untuk memerintahkan investigasi dan persidangan para pejabat senior dalam jajaran komando Tatmadaw (militer-red).

Belum ada tanggapan dari pemerintah maupun militer Myanmar terkait laporan ini. Diketahui bahwa salinan laporan PBB biasanya dikirimkan kepada pihak tertuduh sesuai standar operasional.

Bola | Hasil Skor | Bursa Taruhan | Prediksi Togel Online | Agen Togel Online | Judi Online | Poker Online | Tangkas | Sabung Ayam | CERITA SEX  | CERITA18+ | video18+ | Dokter18+ | GAYA SEX18+ | MAJALAH 18+ | MODEL18+ | FILM18+ | BERITA18+ | FILM SEMI | VIDIO BOKEP |
VIDIO SEX | CERITA DEWASA 18+ | VIDEO HOT