LokasiBerita.com New Delhi – Pemerintah India mendeportasi tujuh pria Rohingya ke Myanmar. Deportasi tetap dilakukan meski PBB telah memprotesnya dan mengingatkan bahwa mereka mungkin mengalami persekusi di Myanmar, yang militernya dituduh melakukan genosida terhadap warga muslim Rohingya.

Ketujuh warga Rohingya itu telah berada dalam tahanan karena pelanggaran imigrasi sejak tahun 2012. Pada Kamis (4/10) waktu setempat, mereka diserahkan ke otoritas Myanmar di perlintasan perbatasan di negara bagian Manipur, India timur laut.

“Tujuh warga Myanmar telah dideportasi. Mereka diserahkan ke otoritas Myanmar di pos perbatasan Moreh,” ujar pejabat kepolisian Assam, Bhaskar Jyoti Mahanta seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (5/10/2018).

“Ini jelas merupakan kasus pelanggaran HAM,” sebutnya.

Dalam argumennya di persidangan, pemerintah India menyebut deportasi itu merupakan ‘keputusan administratif yang melibatkan pertimbangan diplomatik dan pertimbangan lainnya termasuk pertimbangan kepentingan nasional’.

Keputusan pemerintah India itu menuai kritik dari kelompok HAM internasional. Human Rights Watch (HRS) menyebut ‘deportasi pria-pria ini akan menempatkan mereka pada risiko buruk untuk penyiksaan dan penganiayaan’. Sedangkan Amnesty International menyebut deportasi tujuh warga Rohingya ini ‘melanggar hukum internasional.

Bola | Hasil Skor | Bursa Taruhan | Prediksi Togel Online | Agen Togel Online | Judi Online | Poker Online | Tangkas | Sabung Ayam | CERITA SEX  | CERITA18+ | video18+ | Dokter18+ | GAYA SEX18+ | MAJALAH 18+ | MODEL18+ | FILM18+ | BERITA18+ | FILM SEMI | VIDIO BOKEP |
VIDIO SEX | CERITA DEWASA 18+ | VIDEO HOT