LokasiBerita.com Stockholm – Seorang bekas budak seks kelompok radikal ISIS meraih penghargaan Nobel Perdamaian 2018. Dialah Nadia Murad, perempuan Yazidi, Irak yang berjuang memerangi kekerasan seks dalam konflik di seluruh dunia.

Bagaimana tanggapan Murad dianugerahi penghargaan bergengsi dunia tersebut? Murad menyebut Nobel Perdamaian ini merupakan kemenangan signifikan bagi semua perempuan yang mengalami kekerasan seksual.

“Ini sangat berarti, bukan hanya bagi saya, namun juga bagi semua perempuan di Irak dan seluruh dunia,” ujar Murad dalam wawancara dengan situs Nobel usai diumumkan meraih penghargaan tersebut bersama dokter asal Kongo, Denis Mukwege untuk upaya mereka dalam memerangi kekerasan seks.

Sejak lolos dari sekapan ISIS pada November 2014, Murad aktif mengkampanyekan dihentikannya penyelundupan manusia dan menyerukan dunia agar mengambil langkah-langkah tegas, sehingga tak ada lagi pihak-pihak yang menggunakan pemerkosaan sebagai senjata perang.

Pada 2016 Dewan Eropa memberi Murad penghargaan hak asasi manusia Vaclav Havel. Saat menerima penghargaan ini di Strasbourg, Prancis, Murad mendesak milisi-milisi ISIS diadili di pengadilan internasional. Pada tahun 2017, PBB mengangkatnya sebagai duta besar khusus.

Bola | Hasil Skor | Bursa Taruhan | Prediksi Togel Online | Agen Togel Online | Judi Online | Poker Online | Tangkas | Sabung Ayam | CERITA SEX  | CERITA18+ | video18+ | Dokter18+ | GAYA SEX18+ | MAJALAH 18+ | MODEL18+ | FILM18+ | BERITA18+ | FILM SEMI | VIDIO BOKEP |
VIDIO SEX | CERITA DEWASA 18+ | VIDEO HOT