Lokasiberita.com , Jakarta – Sejumlah politikus senior Eropa menyerukan pemberian sanksi baru terhadap Rusia. Hal itu sebagai bentuk kecaman atas Rusia yang menahan kapal-kapal Ukraina pasca bentrokan di perairan Semenanjung Krimea.

Dilansir Reuters, Rabu (28/11/2018), politikus senior Jerman dari partai konservatif, Norbert Roettgen, mengatakan Uni Eropa mungkin perlu memperkuat sanksi-sanksinya terhadap Rusia, yang sebagian diberlakukan atas aneksasi Krimea di Moskow. Senada dengan Roettgen, Polandia dan Estonia juga menyatakan dukungan diberikannya sanksi baru ke Rusia.

Menteri Luar Negeri Austria Karin Kneissl, mengatakan Uni Eropa akan mempertimbangkan pemberian sanksi baru kepada Rusia. Hal itu tergantung pada eksposisi fakta dan tindakan lebih lanjut dari Rusia maupun Ukraina.

“Tergantung pada eksposisi fakta dan tindakan lebih lanjut dari kedua belah pihak,” ujar Kneissl.

Kendati demikian, masih belum bisa dipastikan apakah 28 negara di Uni Eropa akan menyetujui seruan tersebut. Para menlu yang tergabung di Uni Eropa akan membicarakan masalah ini pada 10 Desember 2018 mendatang. Namun, diharapkan pemimpin Uni Eropa dapat menyetujui untuk memperpanjang sanksi kepada Rusia bulan depan, termasuk sanksi ekonomi.

Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan sanksi yang akan diberikan tersebut tidak akan menyelesaikan apapun.

“Sanksi tidak akan mengarah ke mana-mana. Itu sama sekali tidak akan membantu menyelesaikan permasalahan,” kata Grushko.

Grushko menuding Ukraina memprovokasi insiden tersebut. Menurutnya, Ukraina berupaya untuk menggagalkan perjanjian Minsk di Ukraina Timur. Padahal, pihaknya telah berniat mengakhiri konflik setelah menyerap lebih dari satu juta pengungsi dari wilayah tersebut.

Bentrokan di Semenanjung Krimea bermula ketika dua kapal artileri Ukraina, Berdyansk dan Nikopol, serta kapal tunda Yana Kapa tengah berlayar dari Pelabuhan Odessa di Laut Hitam ke Mariupol di Laut Azov. Ukraina mengklaim pihak Rusia mencoba menghadang tiga kapal itu dan menabrak kapal tunda. Ketiga kapal itu melanjutkan pelayaran ke arah Selat Kerch, namun dihadang kapal tanker. Enam awak kapal dilaporkan mengalami luka-luka

Rusia mengutus dua kapal tempur dan dua helikopter ke area tersebut. Kapal-kapal Ukraina dituduh memasuki perairan Rusia secara ilegal dan lalu lintas di perairan itu dihentikan sementara karena alasan keamanan.

Badan Keamanan Rusia mengonfirmasi salah satu kapal patrolinya menggunakan kekerasan untuk menahan tiga kapal Ukraina, dan mengklaim bahwa hanya tiga awak kapal yang terluka

Bola | Hasil Skor | Bursa Taruhan | Prediksi Togel Online | Agen Togel Online | Judi Online | Poker Online | Tangkas | Sabung Ayam | CERITA SEX  | CERITA18+ | video18+ | Dokter18+ | GAYA SEX18+ | MAJALAH 18+ | MODEL18+ | FILM18+ | BERITA18+ | FILM SEMI | VIDIO BOKEP |
VIDIO SEX | CERITA DEWASA 18+ | VIDEO HOT